Jangan Memonopoli Pembicaraan

0
1823

Dalam pergaulan sehari-hari, banyak hal-hal yang menuntut kita untuk terlibat dalam sebuah pembicaraan.
Misalnya dalam pergaulan bersama teman-teman di kantor seperti meeting atau interaksi dalam mengerjakan pekerjaan, di pergaulan sosial seperti dalam sebuah acara makan siang atau malam, di kampus misalnya dalam sebuah diskusi kelompok, di sebuah perkumpulan seperti merencanakan sebuah acara kegiatan sosial.

Ada juga pertemuan seperti arisan, pesta pernikahan dan lain sebagainya

Dalam aneka kegiatan seperti di atas, sudah pasti masing-masing personal akan terlibat dalam sebuah percakapan.

Dalam hal ini jika kita berada dalam kondisi tersebut, yang perlu diingat adalah bagaimana kita berinteraksi dan terlibat dalam percakapan-percakapan yang timbul.

Fatal akibatnya jika kita asyik dengan pikiran sendiri tanpa menghiraukan orang lain sehingga tidak sadar memonopoli pembicaraan.
Jika sudah begini, siap-siap saja orang di sekitar kita akan merasa jengkel dan kita akan dianggap sebagai orang yang menyebalkan.

Kenapa?

Sudah pasti karena orang lain tidak diberi kesempatan untuk berbicara, menuangkan ide dan saran, karena mereka mau tidak mau harus mendengarkan kita bicara.
Kalau mendengar sejenak tidak mengapa, tetapi kalau sudah dalam waktu cukup lama dan orang yang lain hanya terpaksa diam mendengar, disitulah akan timbul rasa tidak nyaman bagi yang lain.

Coba kamu bayangkan jika kamu yang berada di posisi tersebut, bagaimana rasanya kalau tiap mau ngomong, tidak diberi kesempatan, karena ada seseorang yang terus berbicara tanpa memberi kesempatan kepada anggota lain untuk berpendapat?

Demikian juga halnya jika ada dua orang yang sedang bercakap-cakap. Yang satu asyik bercerita tanpa henti dan lawan bicaranya hanya diam mendengar. Lama-lama salah satu akan berusaha mengakhiri pembicaraan.

Kalau kita perhatikan, keadaan seperti ini seringkali terjadi di sekeliling kita.

Alangkah baiknya jika kita memberi kesempatan kepada orang lain atau lawan bicara untuk mengungkapkan pendapatnya dan waktu yang cukup.
Jika kita mendapat kesempatan bicara, jangan terlalu bertele-tele menceritakan hal-hal pribadi dan tanpa disadari bisa menyimpang dari topik yang sedang di bicarakan.

Berikut adalah beberapa etika dalam berbicara yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari

1. Berkata yang baik atau diam mendengar

Disini kita diminta untuk berhati-hati dan memikirkan terlebih dahulu sebelum berbicara. Renungkan sejenak apakah kata-kata yang akan dikeluarkan itu baik, maka bicaralah. Sebaliknya bila kata-kata yang ingin diucapkannya kurang baik atau jelek dan akan berdampak tidak nyaman bagi ygang mendengarkan, maka lebih baik kita menahan diri dan diam.

2. Sedikit bicara lebih baik

Bicara berlebihan tidak akan memberi kesan baik bagi yang mendengar. Justru malah sebaliknya , orang yang mendengar akan muak dan ingin segera mengakhiri pembicaraan

3. Kendalikan diri

Tanpa disadari, orang yang senang berbicara lama-lama akan sulit mengendalikan diri. Kata-kata yang keluar meluncur seperti air mengalir, tdak tau lagi mana kata-kata yang baik dan mana yang tidak baik.

5. Jangan membuang waktu dengan berdebat

Meskipun yang diperdebatkan adalah hal yang benar, jangan hanyut dalam perdebatan tersebut sehingga membuang waktu.

7. Bicara dengan tenang

Pastikan kamu berbicara dengan artikulasi yang jelas tidak tergesa-gesa, dibarengi dengan suara yang dapat didengar, tidak terlalu keras dan tidak pula terlalu rendah.

8. Hindari memotong pembicaraan

Jangan memberi kesan sok tau dengan memotong pembicaraan seseorang, memperlihatkan bahwa kamu mengetahui semua tentang apa yang sedang dibicarakan sehingga terkesan mengganggap rendah pendapat orang lain.

Belum tentu orang yang diam mendengar itu kagum dan sepakat dengan apa yang kita ungkapkan dengan panjang lebar.

Selanjutnya?

Mari mengubah kebiasaan, mempraktekkan dan membiasakan diri yaitu menyadari bahwa memonopoli pembicaraan itu tidak baik, terus melakukan introspeksi dan menata ucapan-ucapan seperti beberapa tips di atas

Salam

@senangbicara